Minggu, 27 April 2014

RIP TITO,

 Tito Vilanova

Rival di liga dan Eropa memberikan penghormatan tersendiri buat Vilanova.


GOALOLEH   TAUFIK BAGUS

Dunia sepakbola menunjukkan duka dan simpati mereka atas meninggalnya mantan pelatih Barcelona Tito Vilanova di usia 45 tahun.

Mulai dari rival di La Liga Spanyol, di Eropa, juga pemain-pemain yang sama sekali tak terkait dengan Vilanova menunjukkan simpati mereka.

Atletico Madrid, Valencia, Celta Vigo dan Granada menjadi beberapa klub La Liga yang sudah menunjukkan duka dan simpati mereka atas meninggalnya Vilanova.

"Duka cita kami kepada keluarga dan teman Tito Vilanova. Mohon terima simpati terdalam dari keluarga besar Atletico. RIP," demikian Atletico Madrid menunjukkan simpati mereka di akun jejaring sosial mereka.

Luis Suarez, bomber Liverpool, juga tak ketinggalan memberikan penghormatan terakhir.

"Istirahatlah dengan tenang Tito. Semua dukungan saya dan keluarga serta rekan diberikan kekuatan," tulisnya.

Liverpool, yang menjadi klub yang dihuni Luis Suarez, dan Manchester United pun menunjukkan rasa duka cita mereka. Raksasa Italia Juventus juga memberikan penghormatan.

Rival abadi Real Madrid juga meniadakan persaingan mereka untuk menunjukkan rasa simpati dan duka cita mendalam atas meninggalkan Vilanova di usia 45 tahun.

"Hari yang sangat menyedihkan bagi dunia sepakbola. RIP Tito Vilanova, sosok panutan untuk kekuatan da keberanian bagi semua orang," Iker Casillas, kiper Real Madrid, memberikan simpatinya.

Petenis ternama Spanyol Rafael Nadal juga ikut berduka atas meninggalkanya Vilanova.

"Dibandingkan dengan ini, tak ada lagi yang jauh lebih penting. Salam peluk untuk semua keluarganya," simpati Nadal.

Rabu, 04 Desember 2013

Kebutuhan kiper baru adalah puncak dari gunung es, nyatanya El Barca bermasalah di semua lini.



Pasti lolos ke putaran kedua Liga Champions dengan status juara grup, ditambah jadi penguasa La Liga Spanyol dengan 40 poin dari kemungkinan 45, siapapun tidak akan berani menilai Barcelona sedang dilanda krisis.

Tetapi dua kekalahan beruntun dalam tempo lima hari sedikitnya telah mencoreng performa istimewa Barcelona musim ini. Dari bawah, retak-retak itu mulai naik ke permukaan dan sudah sepantasnya Gerardo Martino menambal dengan mendatangkan pemain baru di bulan Januari.

Daftar panjang cedera pemain jadi alasan kekalahan 2-1 dari Ajax Amsterdam di Liga Champions. Di akhir pertandingan cemas bukan pilihan kata bagi Azulgrana menyikapi kegagalan mengejutkan tersebut.

Meski demikian, pada saat itu Martino marah besar timnya tampil buruk di ibu kota Belanda dan menegaskan mereka harus memperlihatkan respon positif melawan Athletic Bilbao. Bos Argentina memastikan setiap pemainnya mengerti betul semua ucapan yang dikeluarkan soal performa di bawah standar dan mengutarakan keyakinan Azulgrana bakal bangkit di San Memes yang bakal dijadikan bukti episode di Amstedam hanyalah sebuah 'kecelakaan'.

Apa yang terjadi kemudian? Kilat ternyata menyambar dua kali di tempat sama! Gol Barca di pertengahan pekan tercipta melalui titik putih dan di akhir pekan lalu raksasa Catalan gagal mencetak gol bahkan jarang mengancam. Neymar yang di awal musim begitu menjanjikan diharapkan terus berkembang sekaligus sanggup menutup lubang absennya Lionel Messi namun ternyata aksinya menurun seperti halnya rekannya yang lain. Barca kesulitan melawan tim yang mengandalkan kekuatan fisik.

Bintang Brasil ini dijatuhkan di luar kotak penalti oleh Ander Iturraspe dan Barca meminta wasit mengeluarkan gelandang Athletic. Tetapi juru adil hanya mengeluarkan kartu kuning yang membuat jajaran Catalan marah. "Wasit tidak melakukan pekerjaan dengan benar - seharusnya kartu merah," klaim Sergio Busquets. Neymar hampir mencetak gol di babak pertama namun digagalkan Gorka Iraizoz, dan hingga akhir pertandingan mantan pemain Santos ini gagal menghadirkan kontribusi besar yang dibutuhkan tim.


Bukan malamnya Neymar | Bintang Brasil frustasi di hadapan Athletic Bilbao
Di sisi kanan, performa Alexis Sanchez pantas dilupakan sementara Cesc Fabregas sejauh ini memang kurang impresif, tetapi agar lebih fair bagi mantan idola di Emirates, Barca sebenarnya butuh ujung tombak, seorang penyerang sejati, yang justru tidak dimiliki.

Martino pastinya ingin membereskan masalah di bursa transfer Januari, tetapi masalah di lini depan bukan satu-satunya pekerjaan rumah pelatih berusia 51 ini. Di sektor gelandang, Xavi sering kehabisan tenaga ketika terlibat dalam pertarungan tempo tinggi, plus lini belakang Barca kerap menderita oleh performa agresif Athletic.

Gerrard Pique berada di posisi lemah saat gol tercipta sementara Javier Mascherano kali ini kesulitan menemukan performa terbaik. Di sektor full-back, Martin Montoya dan Adriano (pelapis Dani Alves dan Jordi Alba) masih kurang memuaskan hingga seiring berjalannya waktu, keputusan melepas Eric Abidal terasa menggelikan.

Kapten Carles Puyol belum kembali ke performa puncak, memang masih ada Marc Bartra yang terus berkembang tetapi dia juga kerepotan menghadapi lawan dengan andalan kekuatan fisik seperti Athletic. Dalam dua tahun terakhir, Barca butuh tambahan tenaga di sektor bek tengah, sekarang tidak ada alasan bagi mereka mengabaikan kenyataan ini di Januari nanti.

Absennya kiper utama Victor Valdes menghadirkan masalah lain, skuat Catalan harus mencari pengganti. Lebih cepat lebih baik mengingat kiper timnas Spanyol ini sudah mengungkapkan hasrat meninggalkan Camp Nou tahun depan. Kesepakatan dengan Marc-Andre Ter Stegen dan Pepe Reina dikabarkan sudah berada di tahap akhir namun kebutuhan kiper baru adalah puncak dari gunung es dari segudang masalah yang mendera klub.

El Barca punya bermasalah di semua sektor, Martino harus jeli melihat situasi ini dan bergerak cepat nan tepat di bursa transfer mendatang. Poin Barca bisa disamakan Atletico Madrid dan mereka hanya unggul tiga poin dari Real Madrid di La Liga. Belum lagi di putaran kedua Liga Champions, lawan yang lebih berat dari Ajax sudah menanti.

"Kami kalah karena mereka mencetak gol sementara kami tidak," kata direktur olahraga Andoni Zubizarreta. Analisis seperti ini tidak akan membuat Barca lebih baik, begitu pula dengan sikap menyalahkan wasit. Sang penguaasa sementara La Liga harus melihat ke belakang, memperbaiki langkah keliru seiring dengan mendekatnya bursa transfer pemain musim dingin. Barca, sekarang saat tepat mengambil tindakan!

Selasa, 05 Maret 2013

Roberto Carlos: Era Barcelona Belum Berakhir

 

Carlos menilai tiga kekalahan yang dialami Barcelona tak bisa menjadi gambaran era Blaugrana sudah berakhir.


Mantan bek Real Madrid Roberto Carlos mentertawakan adanya anggapan era Barcelona sudah berkahir, dan meyakini Blaugrana masih merupakan yang terbaik di Eropa.

Barcelona dikalahkan AC Milan 2-0 di leg pertama 16 Besar Liga Champions, dan juga tersingkir dari Copa del Rey usai dibekap Madrid, serta kerap menelan kekalahan dari rival utamanya itu pada musim ini.

“Barcelona masih yang terbaik di Eropa. Kendati pelatih utamanya absen, mereka masih tetap menjadi tim yang sangat kuat. Anda tidak bisa menepikan mereka hanya dari tiga kekalahan,” ujar Carlos kepada AS.

“Saya yakin mereka bisa mengubahnya saat melawan Milan. Masalah Barcelona adalah, mereka terlalu lama bermain bersama-sama, dan mendapatkan kelelahan mental.”

“Terlepas dari itu, mereka tetap harus diwaspadai, dan saya berharap mereka segera bangkit lagi.”

Carlos juga mengungkapkan penilaiannya terhadap duel Madrid kontra Manchester United di Old Trafford, dan diperkirakan bakal terjadi pertarungan sengit.

“Madrid bisa memperlihatkan performa bagus, mengingat sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi. Tapi ini akan sulit, karena merupakan laga tandang. Namun mereka bisa mewujudkannya [kemenangan],” kata Carlos.

“Ini akan menjadi duel yang lebih sulit dibandingkan dua laga melawan Barcelona. United terorganisir dengan sangat baik, dan tetap fokus selama 90 menit. Manchester punya tim yang berbahaya.” 

Diego Maradona Tertarik Latih Barcelona

Diego Maradona mengaku ingin melatih Lionel Messi sekali lagi.

Legenda Argentina Diego Maradona baru-baru ini melayangkan pernyataan yang bernada bahwa ia ingin melatih Barcelona.

Dalam sebuah keterangan, Maradona tertarik melatih Barcelona atas dasar keberadaan Lionel Messi di tim tersebut.

"Itu adalah mimpi, namun kini saya tidak ingin mengatakannya sebagaimana saya tidak ingin mengusik [Tito] Vilanova," ujar Maradona.

"Di hari Sabtu kemarin [El Clasico], ketika [Javier] Mascherano dan [Lionel] Messi meninggalkan ruang ganti, hatiku sedih. Kami berjumpa satu sama lain dan saling menguatkan.

"Akan jadi sebuah impian untuk melatih mereka di sini. Dan saya harus katakan demikian."

Maradona sendiri pernah melatih Messi saat ia masih menjabat sebagai arsitek tim Tango di era 2008 sampai 2010.

Minggu, 03 Maret 2013

Aymen Abdennour Benarkan Ketertarikan Barcelona

Bek Toulouse Aymen Abdennour mengakui bahwa Barca mengamatinya berkali-kali. 


Bek muda Toulouse Aymen Abdennour tak memungkiri jika sosoknya saat ini tengah mendapat perhatian intens dari raksasa Spanyol Barcelona.

Sebelum ini, pemuda kelahiran Tunisia itu sempat tersanjung karena namanya dikaitkan dengan kepindahan ke tim asal Catalunya tersebut.

"Barcelona adalah sebuah tim top, namun ketertarikan tersebut bukan berarti saya akan bergabung dengan mereka," ujar Abdennour.

"Bukan rahasia lagi bahwa saya sudah diamati beberapa kali oleh mereka, namun juga tim-tim besar lainnya.

"Saya selalu bermimpi untuk bermain di sebuah klub besar dan dengan bantuan Tuhan saya akan mencapainya."

Gerard Pique: Wasit Harus Minta Maaf

Bek Barcelona Gerard Pique 'menyemprot' penampilan wasit Miguel Angel Perez saat timnya ditumbangkan Real Madrid 2-1 di El Clasico.  

Bek Barcelona Gerard Pique mengkritisi penampilan wasit Miguel Angel Perez usai timnya mengalami kekalahan dari musuh bebuyutan Real Madrid, Sabtu (2/3) malam WIB.

Seperti diketahui, di pertandingan yang berlangsung di Santiago Bernabeu tersebut, Perez bahkan mengeluarkan kartu merah untuk kiper Victor Valdes yang dianggap mengeluarkan perkataan yang tak pantas.

"Saya harap Perez Lasa meminta maaf lain kali selagi ia memimpin salah satu dari pertandingan kami," ujar Pique singkat usai pertandingan.

Adapun, kekalahan tersebut tidak terlalu banyak mempengaruhi tabel klasemen Primera Liga dengan kubu Catalunya tetap mengakuisi posisi pertama hingga jornada 26.
 

Sabtu, 02 Maret 2013

Andres Iniesta: Barcelona Rindukan Kehadiran Tito Vilanova

 Iniesta merasa kehilangan sosok Vilanova usai kekalahan menyakitkan dari Real Madrid.

Menurut Andres Iniesta, absennya pelatih Tito Vilanova membuat Barcelona harus berjuang ekstra keras. Hal ini tampak ketika Barca dikalahkan Real Madrid 3-1 di kandang sendiri, Rabu (27/2) dini hari WIB, sehingga mereka harus tersingkir dari Copa del Rey.

Vilanova saat ini berada di New York City, Amerika Serikat, untuk melakukan perawatan terhadap kanker yang dideritanya. Iniesta merasa, Barcelona telah kehilangan sosok Vilanova.

“Akan tampak seperti kebohongan jika saya mengatakan absennya Tito tidak menyakiti kami,” ungkap gelandang berusia 28 tahun ini.

“Tak logis jika kami tak punya figur pelatih utama dan ini tidak mudah. Hal yang utama adalah kesehatan dari Tito dan berharap kami masih berlaga di Liga Champions serta memimpin Liga,” pungkasnya.

Barcelona kini sedang bersiap untuk kembali menghadapi Real Madrid dalam lanjutan La Liga Spanyol akhir pekan ini.